14/04/21

Kisi-kisi PAT Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 6 Sekolah Dasar

BAB I - QS AL-MAIDAH DAN QS. AL-HUJURAT

Materi Bab I mencakup QS. Al-Maidah ayat 2 dan 3, serta QS. AL-Hujurat ayat 12 dan 13.

kisi-kisi soal pat pai kelas 6 sd

Mengartikan lafal/ potongan ayat dan menentukan lafal/ ayat yang sesuai.

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ 

Artinya: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.

QS. Al-Maidah ayat 3
اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ
Artinya: "...Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan agamamu, maka janganlah takut kepada mereka tapi takutlah kepada-Ku..."

Ayat terakhir turun saat Rasulullah SAW melaksanakan haji wada' (haji perpisahan).
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

Artinya: "...Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku-cukupkan bagimu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu...".

QS. Al-Hujurat Ayat 12

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

QS. Al-Hujurat ayat 13

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

BAB II - IMAN KEPADA QADA DAN QADAR

Iman kepada qada dan qadar adalah rukun iman yang ke-6. 

Secara bahasa qada berarti keputusan. Sedangkan menurut istilah qada berarti putusan Allah SWT tentang suatu perkara sejak zaman azali (sebelum makhluk diciptakan). Misalnya tentang garis hidup seseorang, kelahiran, kematian, dll.

Qadar yaitu ketentuan atau ukuran. Menurut istilah qadar adalah ketentuan dan ketetapan Allah SWT yang telah terjadi terhadap makhluk-Nya.

Takdir dibedakan menjadi 2:

  1. Takdir Muallaq (dapat diubah dengan usaha/ ikhtiar). Contoh: Kekayaan, kepandaian, dll.
  2. Takdir Mubram (tidak dapat diubah). Contoh: Umur, jenis kelamin, kelahiran, kematian, dll.

Terhadap takdir yang baik kita harus senantiasa bersyukur, sedangkan jika mengalami takdir buruk maka tetap harus ikhlas dan sabar menjalaninya.

Pengamalan iman kepada qada:

  1. Senantiasa bersyukur atas nikmat yang diterima
  2. Memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif
  3. Ikhlas dalam melaksanakan tugas dan kewajiban 
  4. Tidak bersikap sombong
  5. Bersikap santun dan rendah hati

Pengamalan iman kepada qadar:

  1. Memiliki rasa percaya diri
  2. Berusaha maksimal untuk meraih cita-cita
  3. Selalu berbaik sangka kepada Allah SWT
  4. Rajin beribadah dan berdoa
  5. Senantiasa bersikap sabar dan ikhlas


BAB III - SIMPATI DAN TOLERANSI

Simpati adalah perasaan peduli dan perhatian kepada orang lain (ikut merasakan penderitaan yang dialami orang lain).

Contoh simpati: Ikut bersedih atas musibah yang terjadi di Sulawesi, dll.

Wujud simpati: 

  • Menjenguk teman yang sakit
  • Menolong orang yang kesusahan
  • Membantu korban bencana alam, dll.

Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan (agama, suku, ras, budaya) dll. Anjuran bersikap toleransi terdapat pada QS. Al-Kafirun ayat 6:

"Untukmu agamamu untukku agamaku".

Contoh toleransi: Menghargai perbedaan agama, suku bangsa, budaya, dll.

Wujud toleransi: 

  • Menghormati orang yang berbeda agama
  • Memberikan kesempatan umat agama lain untuk beribadah atau merayakan hari besar agama mereka
  • Tidak mengganggu kegiatan ibadah umat agama lain, dll.

Hikmah toleransi dan simpati:

  • Menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama
  • Terhindar dari kekacauan dan kekerasan
  • Hidup menjadi tentram dan damai


BAB IV - INFAK DAN SEDEKAH

Menurut bahasa infak berarti membelanjakan atau menafkahkan. Menurut istilah infak adalah membelanjakab sebagian harta yang dimiliki di jalan yang diridhai Allah SWT.

Contoh infak: Menyumbang pembangunan masjid/ mushola.

Secara bahasa sedekah artinya pemberian. Sedangkan menurut istilah sedekah yaitu  pemberian bantuan atau pertolongan berupa harta benda (atau yang lainnya) dengan ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT.

Orang yang paling berhak menerima sedekah adalah fakir miskin.

Contoh sedekah: Berbagi makanan pokok kepada fakir miskin.

Perbedaan Infak dan Sedekah

No

Perbedaan

Infak

Sedekah

1.

Bentuk

Harta, Benda

Harta, Benda, jasa atau perbuatan

2.

Pemberi

Semua orang

Orang yang mampu

3.

Penerima

Lembaga keagamaan

Orang tidak mampu


BAB V - KISAH NABI DAN ASHABUL KAHFI

Yunus bin Matta diutus untuk berdakwah kepada kaum Ninawa - Irak. Nabi Yunus berusaha menyebarkan ajaran Allah, namun ia tidak mendapat sambutan baik dari kaum Asyiria di Ninawa.

Nabi Yunus meninggalkan kaumnya dengan perasaan kecewa dan putus asa. Beliau pergi ke tepi laut dan menaiki kapal. Saat berada di tengah laut terjadi angin kencang dan ombak besar sehingga membuat kapal oleng. Nahkoda kapal meminta untuk membuang seluruh barang bawaan untuk meringankan beban. Tapi ternyata kapal masih tetap oleng dan hampir tenggelam. 

Para penumpang kapal bermusyawarah dan memutuskan untuk melempar salah satu penumpang ke laut. Maka mereka membuat undian, dan setelah diundi ternyata nama yang keluar adalah Nabi Yunus AS. Tetapi mereka tidak mau jika Nabi Yunus AS yang harus terjun ke laut. Lalu undian pun diulangi lagi hingga tiga kali, dan nama yang keluar selalu Nabi Yunus AS. 

Maka Nabi Yunus AS bangkit dan melepas bajunya, kemudian terjun ke laut. Pada saat Nabi Yunus AS melompat ke laut, Allah SWT mengirimkan ikan Paus besar yang langsung menelan Nabi Yunus AS. 

Selama di dalam perut ikan Nabi Yunus AS menyadari kesalahannya yaitu meninggalkan kaumnya tanpa seizin Allah SWT. Beliau lalu segera beristighfar dan berdoa kepada Allah SWT. Atas kesungguhan Beliau dalam bertaubat, Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus AS dan mengeluarkan Beliau dari dalam perut ikan.

Nabi Zakaria, Nabi Yahya dan Nabi Isa As

Nabi Zakaria adalah ayah dari Nabi Yahya AS. Sedangkan Nabi Isa AS merupakan anak dari Maryam binti Hannah. Mereka diutus untuk berdakwah kepada kaum bani Israil.

Ujian dan Mukjizat

Nabi Yunus AS: Tidak Mati Ditelan ikan Paus 

Nabi Zakaria AS: Tidak dapat bicara selama 3 hari saat istrinya hamil

Nabi Yahya AS: Mampu memutuskan perkara disaat masih kecil

Nabi Isa AS: Dapat berbicara ketika masih bayi, dapat membuat burung dari tanah liat, dapat menyembuhkan penyakit buta, dllm

Silahkan tuliskan komentar yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
EmoticonEmoticon